Tutorial Budidaya Ikan Bandeng & Udang Windu Organik

Udang Windu Organik, 300 kg per hektar size 20 ekor / kg, lokasi Gorontalo

Permintaan akan protein yg berasal dari daging merah mirip daging sapi, kambing mulai poly dikurangi, alasannya adalah dipercaya poly mengandung kolesterol dan lemak dursila, sehingga konsumen mulai beralih ke produk-produk perikanan, dalam bahasan kali ini aku ingin menampakan perihal budidaya ikan Bandeng + udang windu secara organic.

Pemilihan teknologi tambak organic dikarenaka permintaan pasar yg menginginkan produk yg sehat dan ramah lingkungan, sehingga teknologi budidaya tambak ikan bandeng + udang windu sebagai pilihan yg sempurna, bareng porto yg rendah namun dampak panen yg bernilai jual tinggi.

Persiapan huma

Lahan yg dipergunakan aku sarankan ialah huma bekas tambak udang tradisonal yg sudah terbengkalai / mangkrak, atau sudah nir dipergunakan budidaya lagi, sehingga kita sanggup mengurangi porto pencetakan tambak baru, bareng system sewa, maka kita akan mendapat tambak ukuran 10.000 m2 sampai 20.000 m2, luasan yg awam buat tambak tradisional, sebaiknya tanggul-tanggul tambak dan pintu-pintu airnya dalam perbaiki, sehingga saat budidaya berlangsung sanggup gampang dalam mengoperasikannya.

Model tambak tradisonal, kontruksinya terdiri dari tiga bagian, tanggul , caren bagian keliling tambak bareng lebar 4 meter bareng kedalaman sampai bagian atas tanggul sedalam 150 cm  dan Pelataran yaitu bagian tambak dalam tengah yg ketinggian nya 80 cm dari bibir tanggul, tujuan nya ialah buat menanam pakan alami ikan bandeng berupa klekap, yg akan aku jelaskan secara lebih jelasnya cara pemeliharaan nya.

Model tambak tradisonal, aku gambarkan secara sederhana, yg penting sanggup dalam pahami berhubung stok gambar belum ketemu.

Tambak ikan Bandeng dan Udang Windu Organik, luas nya 1 4 hektar, lokasi Gorontalo

Peralatan penunjang budidaya

Mesin pompa air, dibutuhkan buat mengisi air tambak, saat budidaya berlangsung, umumnya poly dalam temukan modifikasi mesin, tiap wilayah punya contoh pompa air yg tidak sinkron, tergantung petambak dari, contohnya petambak dari wilayah Juana / Kota Pati Jawa Tengah punya contoh pompa memakai pipa paralon akbar, sebagai pendorongnya memakai baling-baling bahtera katinting, bareng motor penggerak mesin diesel Dong Feng bareng kekuatan didasarkan  luasan tambak.

pintu air tambak tradisional  (photo paparan kangtain.blogspot.com)

Ada yg memakai pintu air, memasukan air tambak saat air bahari pasang, dan mengeluarkan air saat air bahari sedang surut, seluruh metode sanggup dalam terapkan, tergantung situasi dan kebutuhan budidayanya.

Jaring arad , ialah jarring bareng ukuran selektif, supaya saat panen penjarangan hanya ikan bandeng ukuran yg akbar yg terjaring, bandeng ukuran mini izin permanen dalam pelihara sampai ukuran yg diinginkan, panen selektif sekaligus penjarangan populasi ikan bandeng.

Pemupukan dan budidaya ganggang pakan alami ikan bandeng.

Pengukuran pH tanah dasar pelataran sebagai keharusan , dikarenakan kita akan memelihara ikan bandeng tanpa pakan pellet / pakan buatan, sehingga huma yg fertile ialah keharusan, pH ideal 6,5 pH 7,dua itu yg kita inginkan, sesudah pengukuran pH maka kita sanggup menghitung kebutuhan kapur dolomit dan kebutuhan pupuk kompos, sesudah dalam tabur merata ,maka lakukan penyemprotan secara merata memakai biotetes bareng takaran 1 botol 10 mililiter buat luasan dua.000 m2 / 5 botol per hektar, sesudah itu masukan air sedalam 20 30 cm dipelataran, kemudian diamkan selama dua minggu, supaya tumbuh tanaman air yg biasa diklaim ganggang, umumnya dalam dua minggu pertumbuhannya sudah padat, kemudian isi air tambak minimal 70 cm sampai 100 cm dalam bagian atas pelataran, saat air masuk masukkan 5 botol biotetes buat luasan 10.000 m2.

Biasanya saat air dalam pelataran sedalam 70 cm, sinar surya nir sanggup menembus tanaman kalau kesuburan air baik, kecerahan dalam pertahankan hanya 30 cm, sehingga tanaman ganggang akan tewas dan tercabut dari dasar pelataran kemudian mengambang dan tewas, nah ini diklaim klekap yg sebagai kuliner selera ikan bandeng, ikan bandeng akan makan bareng lahap klekap tadi, sesudah terlihat populasi klekap mulai berkurang, maka air tambak wajib dalam kurangi lagi sedalam 20 cm 30 cm dalam pelataran, kemudian lakukan penebaran pupuk kompos sebesar 1 ton + 200 kg Dolomit + 5 botol biotetes, setiap hektarnya, kemudian diamkan dua minggu, sesudah terlihat pertumbuhan ganggang fertile dan padat, maka air tambak dalam masukan lagi sedalam 70 cm 100 cm dalam pelataran, sehingga ganggang tewas sebagai klekap, dan lakukan secara berulang sampai ikan bandeng akbar didasarkan  ukuran yg diperlukan.

Penebaran tokolan ikan bandeng dan tokolan udang windu ,dilakukan sesudah dua minggu air tambak dimasukan, gunanya supaya pakan alami sudah melimpah buat mencukupi perkembangan mereka.

Setelah air penuh, saat sore hari ialah saat yg sempurna buat menebar tokolan ikan bandeng ( seukuran jari kelingking ) bareng kepadatan 10.000 ekor / hektar dan kalau memungkinkan tokolan udang windu juga sanggup sekalian ditebar bareng kepadatan 5.000 ekor / hektar, penebaran benih wajib diadaptasikan dulu, supaya benih nir tertekan.

Tokolan ialah ukuran bibit ikan Bandeng / udang windu yg sudah dalam pelihara dikolam pembibitan selama dua minggu, dari ukuran nener dan benur.

Panen

Panen ikan bandeng sesudah umur 4 bulan, diperlukan sudah sanggup dilakukan penjarangan, air dalam keluarkan sampai kemarau dalam pelataran, sehingga jarring arad sanggup dalam seret bareng tiga orang yg menyusuri caren, dan hanya memanen ikan yg akbar saja, atau pasang jarring arad dalam caren kemudian giring ikan bandeng untung melewati jarring arad, maka hanya ikan yg akbar yg akan terjaring.

indera bubu udang (photo dari homhy.blogspot.com)

Panen udang windu memakai jebakan tradisional bubu, sanggup dilakukan setiap bulan saat bulan terang, hanya udang ukuran akbar saja yg dalam panen, udang mini dalam lepaskan kembali ke tambak, bareng cara ini porto operasional budidaya akan terpenuhi dari dampak panen udang windu ini.

Dengan pola budidaya ini memproduksi ikan Bandeng organic, tanpa bau lumpur, tanpa bau amis, cita cita rasanya JUARA, dan sehat, sehingga harga jual nya pun sanggup dua kali lipat ikan Bandeng biasa, kalau dipasarkan bareng cara inovatif.

Target panen Ikan Bandeng Organik 1 ekor perkg, maka sasaran panen 10.000 kg, kalau harga ikan Bandeng Organik dalam pasarkan bareng harga Rp 25.000/ kg saja sudah poly hasilnya ya.

Setelah 6 bulan, maka sanggup dilakukan panen total bareng cara mengeringkan tambak, dan sesudah itu maka budidaya ikan bandeng organic sanggup dilakukan lagi, pola ini ialah pola budidaya ramah lingkungan, tambak mangkrak sanggup sebagai produktif lagi, porto budidaya minimal dikarenakan penggunaan pakan buatan diganti bareng pakan alami, bareng memakai kompos, yg akan aku buat artikel tutorial memproduksi kompos buat kebutuhan perikanan, aku harap artikel ini sanggup menambah pengetahuan dan kalau akan memulai pola ini aku siap membantu lewat email davebeka@gmail.com, salam penemuan

Panen udang windu organic, lokasi Gorontalo

Inovasi memproduksi yg nir mungkin sebagai mungkin

Salam penemuan

Bersambung.https://www.kompasiana.com/davebekam/betulkan-seluruh-gegara-kompasiana_564b428c307a61720ba247e4.

Artikel menarik sebelumnya

Semua Gegara Kompasiana

artikel ke 56

Author: Dewi lestari

Hello I'm Dewi , welcome to my blog. It's been 8 years as a true blogger. Hobby writing is a wonderful thing in my life. Hopefully you find something useful in this blog Happy reading .....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *