Pengamat Ekspor Ikan RI Terendah kepada lima Tahun Terakhir

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kelautan & Perikanan RI Susi Pudjiastuti selama ini dievaluasi terlalu serius kepada kebijakan yg populis, misalnya penenggelaman kapal pencuri ikan. Menteri Susi pun diminta lebih penekanan kepada kebijakan-kebijakan yg substansif, menjadi akibatnya sanggup mendorong nomor ekspor produk kelautan & perikanan yg terus menurun dalam lima tahun terakhir. 

"Jadi, Bu Susi itu selama ini lebih poly merogoh kebijakan yg memiliki aspek populis, ad interim pengusaha ini jua butuh diayomi," istilah Direktur The National Maritime Institute (NAMARIN) Siswanto Rusdi kepada Liputan6.com, Jumat (12/1/2018).

Menurut Siswanto, sudah seharusnya Menteri Susi memperhatikan kalangan pengusaha & investor. Dengan latar belakang pengusaha, seharusnya Susi memahami apa yg diharapkan pengusaha selama ini. Hal itu jua wajib berimbang bareng kebijakan populis yg sudah dilaksanakan Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP).

Dengan seimbangnya keberpihakan Susi antara nelayan & pengusaha, dari Siswanto, nantinya sanggup menaikkan industri perikanan Indonesia lebih cepat. Saat ini saja, ekspor perikanan terus turun, bahkan mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan & Perikanan, volume ekspor memang terus turun. Pada 2012 volume ekspor produk perikanan & kelautan berada dalam nomor 1.240.008 ton, terus menurun dalam tahun-tahun berikutnya. Sementara dalam 2016 nilai ekspor ekspor produk perikanan & kelautan dalam nomor 1.075.195 ton.

Sedangkan dalam 2017 buat periode Januari hingga November, nomor ekspor produk perikanan Indonesia dalam nomor 979.910 ton.

"Kadin menyatakan jika mendukung buat nir lagi tenggelamkan kapal. Ini berarti muncul konflik antara mereka," ujar beliau.

Kamar Dagang & Industri (Kadin) Indonesia mendukung upaya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan buat menghentikan kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan.

Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H Andi Rukman Karumpa menyebutkan, ketika ini Kementerian Kelautan & Perikanan lebih baik penekanan mengatasi ancaman deindustrilisasi perikanan & menaikkan nilai tambah perekonomian.

"Era marketing kebijakan dalam kementerian usahakan diakhiri saja. Sudah 3 tahun, ikan melimpah ruah dalam bahari. Dunia sudah memahami kita tegas. Mau diapakan jika nir muncul industrilisasi & pelibatan preman," ujar beliau dalam Jakarta.

Andi menyebutkan, ketika ini wilayah timur Indonesia paling terpukul. Malahan, terjadi kemunduran industri perikanan dalam 3 tahun terakhir yg akan terjadi poly sekali kebijakan yg nir menyampaikan solusi kepada pelaku urusan ekonomi.

"Andalan perekonomian KTI itu muncul dalam bahari. Tapi ini yg terpukul & susah bangkit. Banyak kapal nelayan kini jadi bangkai & besi tua," ujar beliau.

Oleh lantaran itu, Kadin meminta agar Menteri Kelautan & Perikanan Susi Pudjiastuti segera penekanan menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) No 7/2016 perihal Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional. (Yas)

Saksikan Video Pilihan dalam Bawah Ini:

Author: Dewi lestari

Hello I'm Dewi , welcome to my blog. It's been 8 years as a true blogger. Hobby writing is a wonderful thing in my life. Hopefully you find something useful in this blog Happy reading .....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *