Menteri Susi Sebut Ada Aparat Fasilitasi Pencurian Ikan

Liputan6.com, Yogyakarta – Menteri Kelautan & Perikanan Susi Pudjiastuti nir memungkiri praktik pencurian ikan atau biasa diklaim illegal fishing nir hanya melibatkan pengusaha & warga negara asing. Bahkan, Susi bareng tegas menyatakan pejabat negara pun poly yg terlibat.

Hal tadi disampaikan Susi kepada sela waktunya dalam Simposium Kejahatan Perikanan Internasional ke 2 kepada Yogyakarta. Susi menyebutkan, kepada internal kementeriannya pun timbul yg bermain buat melancarkan praktik tadi.

"Jelas ini melibatkan poly pejabat, poly instansi, termasuk sumber KKP, sumber aparat penegak aturan lainnya. Baik sumber polisi, TNI, KKP orang-orangnya juga poly yg terlibat. Karena tanpa donasi orang KKP, mereka nir akan mampu license," ujar Susi Pudjiastuti kepada Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Senin (10/10/2016).

Dalam kesempatan yg sama, Susi mengajak pelaku urusan ekonomi perikanan bagi sumber pengusaha hingga ke taraf nelayan, berhenti buat melakukan tindakan ilegal dalam penangkapan ikan. Terlebih lagi, pemerintah melalui KKP sudah menyampaikan pengampunan buat nantinya segera mengimplementasikan peraturan yg timbul.

"Intinya kita ingin memberesi. Yang sudah ya sudah. Saya juga bilang, aku minta tokoh warga, pejabat, pengusaha-pengusaha, sudahlah berhenti approach ke pintu-pintu forum pemerintah buat kembalinya illegal fishing kepada Indonesia," ucap Susi.

Tangkapan Ikan Berlimpah

Langkah yg dilakukan Susi dalam memimpin KKP nir sia-sia. Kini Indonesia kembali mencicipi keberlimpahan ikan sehabis penegakan aturan yg gencar dilakukan KKP bareng Satgas 115-nya (Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal).

"Hasilnya, sebelum illegal fishing ditertibkan tangkapan ikan cuma 2,lima juta ton. Setelah ditertibkan, tadi Presiden kasih nomor 7,tiga juta ton. Kemarin pengaruh studinya Kajiskan, Komisi Pengkajian Ikan Nasional, menghitung stok lestari buat ditangkap kita timbul 9,9 juta ton," celoteh Susi.

Lebih lanjut dia mengultimatum ke seluruh pihak agar nir timbul lagi praktik pencurian ikan. KKP menyatakan perilaku bahwa Indonesia sangat berfokus dalam memerangi kejahatan perikanan, mulai sumber pencurian ikan, hingga tindak pidana lainnya yg terkandung kepada dalamnya.

"Illegal fishing bukan cuma sekadar curi ikan, akan akan tetapi juga dipergunakan penyelundupan. Mulai sumber narkoba, elektronik, rokok, tekstil, & sebagainya. Pulangnya mereka bawa selain ikan & fauna-fauna langka, & lebih parah lagi perbudakan. Mereka pakai energi kerjanya by force, by tekanan," Susi memungkasi.

Author: Dewi lestari

Hello I'm Dewi , welcome to my blog. It's been 8 years as a true blogger. Hobby writing is a wonderful thing in my life. Hopefully you find something useful in this blog Happy reading .....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *