Mengintip Budidaya Ikan Cupang yg Lebih Menjanjikan daripada Lele

Di suatu siang, anakku yg ke 2 datang-datang ngebet ngajak ayahnya mengantarkannya membeli ikan cupang. Saya sempat bergeming karena umumnya sang anak membeli ikan cupang menggunakan sahabat-temannya. Saya sudah melihat dia membawa ikan-ikan tadi sudah dibawa memakai kantung plastik.

Hari itu memang relatif ngalem, & mau nir mau alasannya adalah sang anak merengek terus maka aku iyakan. Akhirnya aku antarlah ke penjual ikan cupang tadi. Selain alasannya adalah aku jua senang ikan hias ini, aku jua ingin memahami bagaimana cara membudidayakannya. Meskipun belum sepenuhnya aku tanyakan secara tertentu, aku mendapatkan citra bagaimana sang bapak berputra satu ini memulai bisnis mini-kecilan.

Di sebuah tempat tinggal berdinding bambu, mas Toni (bukan nama sebenarnya) menyusun beberapa botol plastik minuman yg sudah dipotong setengahnya. Di sisi tempat tinggal muncul beberapa kolam mini yg jua buat mengembangbiakkan ikan. Ada jua beberapa karung botol plastik minuman jua. Sepertinya tumpukan botol itu buat persediaan wadah bagi ikan-ikan cupang yg dia ternakkan.

Sebagaimana diceritakan mas Toni, budidaya ikan cupang sebenarnya sangat menguntungkan. Bagaimana nir menguntungkan, menggunakan sepasang bibit cupang yg dia beli menggunakan harga aporisma 10 ribu perekor dia bisa membuat bibit baru sejumlah ratusan ekor. Dengan memahami yg mana jenis pejantan & mana yg betina mas Toni memijahkan secara mandiri.

Setiap pasangan petelur bisa membudidayakan lagi hingga ratusan ekor & perekor berukuran 3-lima cm dijual lima ribu. Sedangkan yg lebih akbar lagi bisa laris puluhan ribu tergantung jenis & kecantikan penampilannya. Apalagi jikalau ikan tadi dirancang kontes atau dilombakam maka harganya bisa naik lagi.

Ketika budidaya cupang lebih menjanjikan daripada lele dumbo

Budidaya cupang memang terbilang mini jikalau dicermati berdasarkan bisnis mas Toni tadi. Lantaran umumnya aku melihat bisnis ikan cupang ini bisa menampung ribuan ekor menggunakan poly sekali jenis. 

Mas Toni yg memulai usahanya mini-kecilan hingga waktu ini bisa menarik minat anak-anak sekolah.  Seperti anak aku & jua anak-lainnya begitu hobinya mengoleksi ikan cupang kepada tempat tinggal. Meskipun kelemahannya belum bisa mengurus menggunakan betul. Akibatnya ikan-ikan tadi meninggal sia-sia.

Selain para pembudidaya cupang ini menargetkan segmen kelas anak-anak, ternyata para hobiis cupang jua berasal berdasarkan kalangan dewasa. Namun bagi orang dewasa tentunya jenis ikan cupang yg lebih bagus & mahal. Bolehlah dipercaya murah, namun jikalau peminatnya membeludak maka bisnis cupang bisa mengalahkan bisnis ikan lele.

Aika ikan lele per ekor seharga 1000 – 3000 menggunakan homogen-homogen harga perkilogram 17.000 – 20.000 ditangan pengepul maka ikan cupang lebih menjanjikan. Masa panen selama 3 bulan menggunakan pakan yg jua nir murah, maka ikan cupang lebih memproduksi.

Sedangkan kalau ikan cupang menggunakan budidaya yg nir hingga 3  bulan per ekor bisa dihargai lima.000 rupiah, buat cupang biasa. Nah, kalau cupang yg super harganya kepada atas 10.000 per ekor.

Pemasarannya kebanyakan kepada pasar-pasar yg berdekatan menggunakan akuarium alasannya adalah satu paket dengam ikan hias lainnya. Ada jua kepada sekolah-sekolah misalnya kepada sekolah kepada mana anakku belajar. Para penjualnya bisa menjual ikan cupang hingga puluhan ekor. Dan itu setiap hari anak-anak membeli. Untuk ikan cupang harga +-lima.000 rupiah,penjualnya bisa mengantongi uang 100 ribu perhari. Sungguh nir mengecewakan kan hasilnya?

Budidaya ikan cupang, mencegah punahnya jenis-jenis ikan hias

Mungkin pendengaran kita nir asing lagi menggunakan bermacam-macam binatang yg sudah punah. Termasuk ikan yg mengkategorikan ikan hias, maka keberadaannya sangat sulit ditemukan. Seperti ikan lainnya, ikan cupang artinya galat satu kekayaan biologi yg hingga waktu ini butuh buat dijaga kelangsungannya.

Kita melihat betapa poly jenis ikan yg punah karena eksplorasi & pendayagunaan insan yg nir pasti. Misalnya penggunaan bahan kimia, peledak & jua setrum listrik yg hingga waktu imi masih saja terjadi.

Perilaku "dursila" dalam mengelola lingkungan tentu akan ganggu ekosistem binatang termasuk kepada dalamnya ikan cupang.

Dengan kontribusi tangan-tangan tabah misalnya mas Toni gampang-mudahan spesies ikan hias akan permanen terjaga kelestariannya.

Selain melestarikan ikan hias nan langka, jua menjadi bisnis mencari penghidupan yg lebih baik.

Salam

Metro, 1-11-2017

Author: Dewi lestari

Hello I'm Dewi , welcome to my blog. It's been 8 years as a true blogger. Hobby writing is a wonderful thing in my life. Hopefully you find something useful in this blog Happy reading .....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *