Upaya Nyata Universitas Hasanuddin Dalam Sektor Kelautan & Perikanan

Indonesia sudah diakui menjadi negara yg memiliki potensi akbar dalam bidang kelautan. Indonesia dituntut bisa menyediakan pangan produksi bahari. Potensi asal sektor kelautan Indonesia sangat akbar mencapai Rp 3000 triliun per tahun. Namun potensi ini belum dikelola secara optimal  karena pembangunan yg masih berorientasi kedaerahan & belum terwujudnya kebijakan dalam bidang kelautan yg terpadu.

Melihat peluang tadi, Universitas Hasanuddin (Unhas) membentuk tambak  seluas 21 hektar dalam Desa Bajo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Tambak pendidikan ini dikelola Fakultas Ilmu Perikanan & Kelautan Universitas Hasanuddin & menjadi loka latihan, pendidikan, dan penelitian bagi para Mahasiswa.

Selain dilengkapi beserta wahana pembelajaran , tambak pendidikan ini jua dilengkapi beserta aneka macam fasilitas penunjang mirip musholla, lapangan tenis, fasilitas perumahan & penginapan yg dimaksudkan buat memudahkan para mahasiswa yg sedang belajar praktik disana  atau para pengunjung yg tiba kesana.

Dalam upaya budidaya Kepiting Soka (Soft Shell Crab), Prof. Yoshinta peneliti senior Unhas meracik formula vitomolt yaitu suatu formula yg terbuat asal sari bayam yg secara biologis melunakkan & melepaskan cangkang keras kepiting soka. Ternyata, dalam dalam bayam mengandung substansi yg merangsang pertumbuhan menjadi akibatnya kepiting melepaskan kulitnya yg keras. Formula ini dijual beserta harga murah buat membantu petani melakukan budidaya yg sama.

Limbah produksi berupa cangkang kepiting jua bisa dimanfaatkan menjadi pupuk & bisa jua menjadi citosan anti bakteri tumor. Sementara kalsium asal cangkang kepiting soka bisa didesain bahan pasta gigi & tulang tiruan. Dengan demikian, nir muncul hal yg terbuang asal upaya budidaya kepiting tulang lunak. Tambak Unhas jua membudidayakan udang, ikan nila, kima langka, berdiameter hingga satu meter, kuda bahari, & rajungan.

Presiden SBY & Ibu Ani pun meninjau Tambak Pendidikan Hasanuddin dalam Desa Bejo. Presiden SBY dalam kunjungan ke Universitas Hasanuddin, memberi penghargaan tinggi kepada Universitas Hasanuddin, yg artinya galat satu pusat penelitian unggulan dalam Asia Tenggara. Presiden SBY mengapresiasi upaya konkret Universitas Hadanuddin (Unhas), Makassar, buat menaikkan perekonomian melalui pengembangan sektor kelautan & perikanan.

"Ini menjadi model yg rupawan. Oleh karenanya, jadilah yg terbaik dalam masa depan beserta tekad pengembangkan pangan nasional, terutama asal sisi kelautan & perikanan kita," ujar Presiden SBY. Setelah terselesaikan melakukan peninjauan, SBY & Ibu Ani pribadi melanjutkan bepergian darat ke Makassar.

Semoga upaya ini bisa dilakukan sang kampus-kampus lain se-Indonesia menjadi upaya menggali potensi akbar Indonesia dalam bidang kelautan & perikanan.

Author: Dewi lestari

Hello I'm Dewi , welcome to my blog. It's been 8 years as a true blogger. Hobby writing is a wonderful thing in my life. Hopefully you find something useful in this blog Happy reading .....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *