Susi Pudjiastuti, dulu jualan ikan sekarang jadi Menteri Perikanan

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya mengumumkan sekaligus memperkenalkan jajaran menteri-menteri kabinet Kerja buat periode 2014-2019 dalam halaman Istana Negara, Minggu (26/10). Kabinet Trisakti nir hanya dihiasi paras tokoh-tokoh baru yg sama sekali belum pernah berkiprah dalam kabinet. Namun beberapa dalam antaranya ialah paras usang yg pernah duduk dalam kabinet.

BERITA TERKAIT
Menteri Susi: Kita wajib kampanye ke restoran agar tidak lagi jual sirip hiu
Menteri Susi: Kita wajib kampanye ke restoran agar tidak lagi jual sirip hiu
lima Guyonan Jokowi hingga bikin SBY dan Megawati senyum-senyum

Presiden Jokowi memilih Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Jokowi punya alasan bertenaga memilih Susi.

"Beliau timbul wirausahawati, pekerja keras, mulai berasal nol. Beliau jua berhasil mensinergikan sektor perhubungan dan kemaritiman. Beliau mulai perjuangan berasal jualan ikan. Saya konfiden akan timbul terobosan dalam bidang kelautan dan perikanan," ujar Jokowi.

Nama Susi Pudjiastuti disebut pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir yg akan terjadi-yg akan terjadi perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air berasal Jawa Barat.

Perempuan kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini nisbi sukses bareng perjuangan penyewaan pesawat sekaligus penerbangan pioner.

Sebelum menjadi pengusaha sukses, Susi mengawali profesi menjadi pengepul ikan dalam Pangandaran dalam 1983. Bisnisnya terus berkembang, dan dalam 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product bareng produk unggulan berupa lobster bareng merek Susi Brand.

Bisnis pengolahan ikannya meluas hingga ke Asia dan Amerika. Maka dalam 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 Miliar memakai pinjaman bank. Pesawat pertamanya ini digunakan buat mengangkut lobster, ikan, dan yg akan terjadi bahari lain kepada pembeli agar masih dalam keadaan segar.

Bisnisnya mendapat dukungan bertenaga berasal oleh suami Christian von Strombeck. Dengan berbekal satu unit pesawat itu, Susi mendirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation.

Saat perjuangan perikanan merosot, Susi menyewakan pesawatnya. Selama 3 tahun berjalan, perusahaan penerbangannya semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, timbul 4 dalam Papua, 4 pesawat dalam Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 10 pesawat Cessna Grand Caravan, dua pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 butir pesawat Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 45 pesawat terbang bermacam-macam jenis.

Susi mendapatkan poly penghargaan diantaranya Pelopor Wisata berasal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year berasal Ernst and Young Indonesia tahun 2005, dan Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 berasal Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006, dia mendapatkan Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005, Indonesia Berprestasi Award berasal PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award berasal Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam tahun 2009. Pada tahun 2008, dia melebarkan perjuangan penerbangan bareng membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. [noe]

Author: Dewi lestari

Hello I'm Dewi , welcome to my blog. It's been 8 years as a true blogger. Hobby writing is a wonderful thing in my life. Hopefully you find something useful in this blog Happy reading .....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *