Serpihan Majapahit & Ikan Keramat kepada Pemandian Banyu Biru, Pasuruan

Sebaran jejak Majapahit kepada Jawa Timur demikian menggugah buat ditelusuri.  Maka, senyampang liburan, aku beserta beberapa peserta didik KIR, meluncur menuju  Pemandian Banyu Biru, Pasuruan. Tepatnya kepada Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Begitu memasuki lokasi, dihadapan kita nampak kolam memakai air yg berwarna kebiru-biruan. Itu sebabnya wilayah tadi dinamai Banyu Biru. Ada 4 kolam. Dua kepada antaranya adalah kolam yg airnya berasal asal alam.  Nampak juga kios-kios berderet kepada pinggir kolam. Di sisi lain berdiri beberapa pohon akbar berusia ratusan tahun. Rimbun, hijau & asri. Sebagian dahannya menaungi kolam. Nampak akar-akarnya yg mengular ke segenap penjuru.

Ikan Keramat Pemandian Banyu Biru  adalah keliru satu destinasi wisata andalan Pasuruan Timur. Pengunjung sanggup berenang sepuasnya kepada wilayah ini. Cocok buat melepas kepenatan kepada  Pasuruan yg panas. Tapi jangan membayangkan kolamnya glamor memakai keramik putih yg higienis. Kolam renang kepada Banyu Biru sepertinya dibiarkan  alami. Seperti pemandian alam. Nampaknya ke depan, perlu revitalisasi pemandian ini agar menjadi objek wisata yg sungguh latif & mengagumkan.

Tidak usah kaget! Di kolam akbar itu hayati ratusan Ikan Tombro berwarna hitam yg acapkali disebut Ikan Sengkaring. Jangankan pengunjung,  tidak seseorang pun rakyat setempat yg berani mengusik eksistensi ikan-ikan yg syahdan keramat itu. Tak heran, ikan-ikan yg hayati bebas itu timbul yg panjangnya lebih berasal 1 meter.  Tradisi verbal rakyat setempat mengaitkan Ikan Tombro tadi memakai seseorang Pandai Besi bernama "Bujuk Giman".  Beliau membawa ikan tadi berasal pantai selatan kepada Malang. Jadi kalau mau berenang, ya wajib siap menyebarkan wilayah memakai ikan-ikan itu, he he he….

Pemandian Banyu Biru ternyata sudah dikenal semenjak jaman Kolonial Belanda.  Ini sanggup ditemukan kepada  foto antik tahun 1900 an koleksi KILTV & Tropen Museum Belanda.  Banyak turis Eropa yg pelesir kepada wilayah ini.  Selain berenang mereka juga sanggup "menarik hati" monyet-monyet liar yg jinak. Sayangnya waktu ini tidak seekor monyet pun kelihatan btg hidungnya. Dulu kolam ini disebut "Telaga Wilis". Banyak rakyat percaya kalau airnya sanggup bikin awet muda. Bahkan, kepada hari & pasaran Jawa eksklusif, poly pengunjung yg melakukan ritual kepada wilayah ini.

Serpihan Majapahit Keberadaan Pemandian Banyu Biru menjadi wilayah ritual agaknya tidak tanggal berasal  cerita turun temurun & fragmen-fragmen candi yg poly dijumpai kepada wilayah ini. Ada beberapa residu arca  yg waktu ini dikumpulkan & tergolek kepada sebuah sudut pemandian. Arca-arca  itu sudah diidentifikasi sang arkeolog Belanda kepada tahun 1929. Tinggalan  paling menarik kepada Banyu Biru adalah KALA. Kala ini dimungkinan adalah bagian berasal struktur candi. Maka sanggup jadi, pemandian Banyu Biru  adalah patirtaan (pemandian antik) yg dulu dikunjungi sang Hayam Wuruk waktu dalam bepergian ke Lumajang. Tersebut dukuh kasogatan bernama Madakaripura, keelokannya populer, berupa bantuan perdeo Sri Baginda kepada patihnya, Gajah Mada, teratur & sangat baik. Disitulah sang raja menempati pesanggarahan yg terhias memakai latif, berjalan melalui Trasungay beliau melakukan puja bhakti kepada petirtaan kudus kepada Capahan. (Nagara Krtagama pupuh 19:2 dalam Hadi Sidomulyo, p: 42) Sungguh beralasan jikalau pemandian Banyu Biru dahulu disebut menjadi Patirtaan Capahan yg lokasinya dekat memakai Madakaripura.   Ini berkaitan memakai ditemukannya deretan arca yg berciri Saiwa yg sang Prapanca waktu menemani Prabu Hayam Wuruk dituliskannya menjadi desa Buddhis.  Tak hiperbola kiranya, jikalau disebut itulah sebagian serpihan Majapahit yg tersisa kepada Banyu Biru Pasuruan.

Artikel ditulis menjadi bagian berasal: Napak Tilas Nagara Kertagama: Mencari Jejak Madakaripura

Author: Dewi lestari

Hello I'm Dewi , welcome to my blog. It's been 8 years as a true blogger. Hobby writing is a wonderful thing in my life. Hopefully you find something useful in this blog Happy reading .....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *