Salah Kaprah Tentang Pencurian Ikan

Bisa jadi karena bangsa ini sudah begitu usang memunggungi bahari, seketika terdapat isyu yg berkenaan menggunakan bahari khususnya perikanan, sontak gagap dan kaget. Lebih spesifik lagi isyu wacana pencurian ikan sang nelayan asing, komentar dan tanggapan yg bermunculan begitu sumir. Penguasaan pengetahuan sangat dipengaruhi hingga seberapa jauh orientasi dan pencerahan ekologi yg dimiliki. Dari tanggapan dan komentar yg sumir itu, nampak drajat pengetahuan atas perkara-perkara perikanan. Satu antara lain tanggapan atas pencurian ikan sang nelayan asing dan ilham menenggelamkan kapal. Masalah ini direduksi begitu sederhana, yg berujung dalam solusi yg sederhana juga.

Seperti nalar berpikir yg dirumuskan dalam pernyataan bahwa perkara pencurian ikan sang nelayan asing karena lemahnya pengamanan dan supervisi perairan Indonesia. Maka penyelesaiannya: tingkatkanlah pengamanan dan supervisi agar nir terjadi pencurian ikan. Inilah yg aku katakan taraf drajat pengetahuan mensugesti cara berpikir. Padahal faktanya (bukan nalar), perkara pencurian ikan sang nelayan asing ditimbulkan sang poly faktor. Justru pengamanan dan supervisi perairan kita sudah nisbi baik. Atas kabar ini, tentu menjadi aneh, mengapa menggunakan pengamanan dan supervisi yg sudah baik itu, malah pencurian ikan bertambah marak dalam sepuluh tahun terkahir. Itu adalah terdapat faktor lain yg determinan mensugesti.

Paling nir terdapat empat faktor secara generik dikuasai: (1) lemahnya penegakan aturan ; (2) longgarnya aturan aturan; (3) mafia perikanan dan (4) efek perkembangan mayapada. Empat faktor inilah yg saling terkait mensugesti terjadinya kejahatan Illegal, Unregulated, and Unreported (IUU) fishing atau lazim dikenal menjadi illegal fishing.

Tetapi yg mesti diluruskan terlebih dahulu wacana tutur nelayan asing. Dalam tindak pidana perikanan wacana illegal fishing,tidak dikenal tutur nelayan asing menjadi subyek aturan. Hukum pidana perikanan yg bersifat spesifik itu mengenal 2 subyek aturan : kapal dan setiap orang. Setiap orang umumnya ditujukan dalam nakhoda dan anak butir kapal dan korporasi. Hal yg spesifik wacana kapal menjadi subyek aturan. Kapal perikanan dipercaya menjadi representasi negara yg ditunjukan menggunakan bendera kebangsaan. Dengan tutur lain, negaradianggap subyek aturan.

Oleh karenanya waktu terdapat seruan buat menenggelamkan kapal hal itu ditujukan kepada kapal menjadi subyek aturan yg melakukan tindak pidana perikanan. Menjadi aneh, bila menenggelamkan kapal dikaitkan menggunakan HAM dan nir manusiawi. Kapal nir terikat sang HAM. Meskipun menjadi subyek aturan. Disinilah letak galat kaprah. Apa dikira TNI AL meluncurkan roket atau torpedo buat menghancurkan kapal itu menggunakan awaknya kemudian karam. Tindakan ini bukan saja menyalahi aturan aturan nasional dan internasional, akan akan tetapi ngajak perang namanya.

Kejahatan Illegal, Unregulated, and Unreported (IUU) fishing tidak mengenal asing atau domestik. Kapal berbendera asing atau berbendera Indonesia. Jila melanggar terkena jerat aturan ini. Jadi tidak bisa direduksi sekedar kapal asing. Kapal penangkap ikan berbendera Indonesia sekalipun bila tidak memiliki biar, nir melaporkan output tangkapan atau nir menangkap dalam fishing ground yg ditetapkan dikatagorikan menjadi pencurian ikan. Justru kapal penangkap ikan berbendera Indonesia yg poly melakukan pencurian ikan. Lho? Bukankah rakyat negara Indonesia berhak menangkap ikan dalam perairan negara sendiri. Inilah celah dan galat satu modus menurut pencurian ikan.

Saat melakukan pemeriksaan mendadak, Menteri Susi menemukan kapal berbendera Indonesia menggunakan nama lambung kapal KM Natuna (nama Indonesia) akan akan tetapi seluruh awak kapal dan pemilik kapal menurut negara Thailand. Salah satu modus menurut pencurian ikan menggunakan double flagging (penggunaan bendera kapal ganda)atau membarui bendera kapal. Bagaimana mungkin pengawas perikanan menelaah satu persatu dokumen perizinan dalam tengah bahari menurut ribuan kapal setiap harinya yg tengah menangkap ikan?. Sumber kesalahan primer berada dalam Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri yg mengeluarkan biar (SIPI dan SIKPI) tanpa melakukan uji fisik menjadi mekanisme standard. Singkatnya, modus pencurian ikan ditimbulkan sang illegal lisence yg dilakukan sang mafia perikanan. Diantaranya melakukan manipulasi data dalam registrasi kapal eks asing (Delition Certificate dan Bill of Sale) dan memproduksi surat biar buat beberapa kapal yg sengaja didesain serupa.

Jila ingin menghancurkan pencurian ikan, wajib dimulai menurut hulu. Dari KKP sendiri, menggunakan memberantas mafia perikanan yg bisa mengeluarkan biar menggunakan uang sogokan. Apa yg dilakukan sang Menteri Susi menggunakan moratorim perizinan hingga April 2015, menjadi langkah awal. Langkah mini inipun sudah membuahkan output. Dari 933 kapal asing yg marak beroperasi dalam ZEEI sekarang hanya bersisa lebih kurang 164 kapal asing. Semuanya dalam kabur atas kebijakan moratorium perizinan. Thailand dan Vietnam yg memohon-mohon dalam Menteri Susi buat segera mencabut moratorium itu.

Pencurian ikan juga ditimbulkan sang efek perkembangan mayapada. Diantaranya Australia menutup 70% daerah bahari coral kemudian Filipina dan Oman juga melakukan pengetatan (jumlah tangkapan ikan). Sementara permintaan pasar internasional akan pasokan ikan begitu tinggi. Peristiwa ini mengingatkan kita pergi dalam tingginya harga cengkeh dan lada dalam pasar Eropa dalam abad ke 15, yg menjadikan Portugis, Spanyol, Inggris dan VOC menyerbu Nusantara. Akibat penutupan 70% daerah coral dalam Australia dan adanya perketat penangkapan ikan dalam Afrika, India, pasar Hong Kong kekurangan pasokan. Luas perairan Indonesia yg terluas dalam mayapada menggunakan ragam ikan tropis dan adanya kebijakan foreign fishing vesselmenjadikan perairan Indonesia jadi ladang pencurian ikan akbar-besaran dalam sepuluh tahun terakhir.

Indikator dampak pasokan ikan menurut perairan Indonesia bisa dicermati dalam pasar Singapura. Saat ini pasokan ikan dalam Singapura berkurang menjadi akibatnya menjadikan harga ikan melambung. Ikan layang atau ikan selar yg umumnya dijual dalam kisaran harga 7 dollar Singapura sekarang menjadi 8 dollar Singapura, atau naik lebih kurang 14 %.Lonjakan harga ikan tadi implikasi Malaysia menghentikan pengiriman ikan ke Singapura menggunakan dalih buat mengantisipasi kekurangan jumlah pasokan ikan ketika ekspresi dominan hujan. Padahal output tangkap kapal Malaysia rendah setelah takut mencuri ikan dalam perairan Indonesia setelah terdapat ancaman menenggelamkan kapal dan ditangkapnya ratusan kapal Malaysia sang TNI AL.

Maraknya pencurian ikan dalam perairan Indonesia juga ditimbulkan adanya celah aturan atau longgarnya aturan aturan. Indonesia masih memberi kelonggaran kapal asing buat menangkap ikan dalam Indonesia menggunakan beberapa persyaratan (yg kemudian poly dilanggar). Padahal negara-negara lain terdapat yg melarang atau memberi aturan yg sedemikian ketat. Seperti Australia, porto biar buat menangkap ikan dipengaruhi seharga US$ 1 juta. Itupun hanya berlaku buat beberapa bulan dan jenis ikan tertentu. Ketika pemerintah hendak menaikkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), justru ditentang sang asosiasi perikanan yg notebenenya pelaku urusan ekonomi perikanan akbar (korporasi). Sebaliknya nelayan-nelayan tradisional menyambut gembira. Sudah bisa ketebak perusahaan-perusahaan perikanan dalam Indonesia selama ini terlibat dalam mafia perikanan dan hanya jadi tameng dan perusahaan fiktif menurut perusahaan asing.

Celah lainnya, aturan Indonesia masih membolehkan adanya transhipment dalam tengah bahari. Kapal-kapal penangkap ikan yg memiliki biar memindahkan output tangkapan ke kapal pengumpul yg sudah menunggu dalam batas luar ZEEI. Tentu saja proses bongkar muat output tangkapan nir terjadi dalam pangkalan pendaratan ikan terdekat. Alasan sederhana, harga ikan dalam Indonesia terlampau murah bila wajib dalam-eksport. Keuntungan akbar nir bisa diraih sang perusahaan-perusahaan asing itu. Mending dibongkar dalam Malaysia atau Vietnam yg harga jualnya lebih tinggi. Tetapi, sekali lagi, ketika Presiden Jokowi akan mengeluarkan Keputusan Presiden akan embargo transhipment, ditentang sang asosiasi perikanan nasional, menggunakan alasan porto operasional yg tidak tertutupi. Termasuk aturan wajib buat selalu menghidupkan Vesel Monitoring System( VMS ) dalam kapal yg bisa memantau posisi dan kordinat setiap kapal. Modus yg berlangsung VMS dimatikan dan dipindahkan ke kapal lain.

Sementara itu terdapat pelbagai alasan-alasan klasik yg digunakan menjadi kedok. Seperti alasan tersesat dan menghindar menurut badai atau mengangkut insan bahtera. Ada juga melakukan lintas tenang akan tetapi indera penangkap ikan nir disimpan dalam palka dan kedapatan dalam kondisi basah. Hal ini poly terjadi dalam lintas menurut barat ke timur yg belum dipengaruhi lorong ALKI. Gagasan Jokowi ingin membuat tol bahari lintas barattimur bisa juga diartikan menjadi ALKI IV. Untuk juga mengawasi kapal-kapal yg melintas tenang menjadi kedok mencuri ikan.

Tetapi menurut holistik penyebab dan faktor maraknya pencurian ikan, faktor penegakan aturan yg paling secara generik dikuasai. Satu model, badan pengawas dalam Pontianak selama 2008-2014 sudah menangkap sebesar 253 kapal motor berbendera asing. Angka ini mungkin dipercaya prestasi, akan akan tetapi bila diperbandingkan menggunakan 5000an kapal ikan berbendera asing dalam daerah ZEEI, menjadi tidak sebanding. Wilayah ZEEI hampir tidak bisa dijangkan sang kapal-kapal nelayan tradisional yg homogen-homogen beratnya dibawah 30 GT. Sudah menjadi misteri awam (sebagaimana razia polisi kemudian lintas), transaksi terjadi dalam tengah bahari. Bayangkan saja, daripada ditangkap, disidang dan divonis menggunakan ancaman sanksi aporisma Rp 20 miliar terus kapal disita menggunakan output tangkapan, mending keluar uang Rp 500 juta Rp 1 Miliar. Rumitnya, terdapat 3 (3) forum yg punya wewenang menjadi penyidik: TNI AL, PPNS Perikanan dan Polisi Air. Ditambah pengawas menurut Bakamla (menurut 12 instansi). Masing-masing bisa bertindak bareng dan sendiri-sendiri. Ego sektoral lebih terasa dalam penegakan aturan bahari. Belum terselesaikan satu instansi menelaah dokumen kapal, naik lagi instansi lain yg menanyakan hal serupa.

Makanya kapal-kapal penangkap ikan asing yg ditangkap mayoritas kapal mini dibawah 100GT. Inipun belum terselesaikan masalahnya. Kendala-hambatan teknis dalam lapangan yg kerap ditemui misalnya: nir adanya dermaga spesifik buat tambat labuh kapal ikan asing yg ditangkap. Lalu ditumpuk begitu saja dalam pangkalan pendaratan ikan (PPI) yg niscaya mensugesti kemudian lintas keluar masuk kapal-kapal nelayan. Belum lagi mengurus anak butir kapal asing non yustisia yg menunggu aplikasi pembuangan ke luar negeri. Dari soal nir adanya tempat, hingga porto makan selama penahanan dalam tempat terbuka itu. Karena perkara ini bukan ranah imigrasi maka beban diserahkan sepenuhnya kepada penyidik. Baik UU Perikanan juga UNCLOS nir membolehkan awak kapal asing dikenakan tahanan penjara atau ditahan dalam tempat tinggal tahanan.

Masalah selanjutnya dalam status kapal yg dirampas sang negara. Ketentuan aturan kita menyatakan kapal sitaan itu bisa dilelang atau dihibahkan. Tapi ke 2 cara lain pilihan ini punya konsekwensi yg nir sederhana. Para mafia perikanan lebih putusan bulat menggunakan lelang. Kira-kira modusnya misalnya ini: Harga taksiran kapal lebih kurang Rp. 1,lima miliar. Para pemilik kapal asing herbi mafia dalam Indonesia menggunakan menyampaikan uang 50% atau lebih kurang Rp. 750 juta. Saat pelelangan, para perusahaan domestik sudah diatur dalam satu class. Sehingga nir akan terdapat yg menawar dalam atas Rp 150 juta. Uang Rp 150 juta itulah masuk ke kas negara. Sedangkan Rp 600 juta dibagikan kepada pihak-pihak terutama pihak kejaksaan menjadi penuntut awam yg berwenang menyelenggarakan lelang. Dari poly perkara ditemukan Harga kapal sitaan lebih kurang Rp 150 juta, paling tinggi masuk ke kas negara hanya Rp 40 juta. Sialnya, kapal output lelang itu, pergi lagi kepemilik aslinya dalam luar negeri. Dan beroperasi lagi menjadi kapal pencuri ikan. Ditangkap lagi, disita lagi, lelang, pergi ke pemilik dan beroperasi lagi. Begitulah siklusnya. Padahal porto operasi penangkapan, porto adhoc kapal, penambatan kapal dan memberi makan ABK selama proses pengadilan nir sepadan menggunakan output lelang yg masuk ke kas negara.

Pilihan ke 2, dihibahkan. Karena proses persidangan memakan waktu yg usang, maka kapal sitaan jadi nir terawat dan rusak. Kapal yg akan dihibahkan ke gerombolan nelayan wajib diperbaiki terlebih dahulu sebelum dihibahkan. Beban porto diserahkan kepada pemda dimana gerombolan nelayan itu berada. Sudah bisa ketebak, Pemda akan berdalih APBD nir mengalokasikan aturan buat itu. Kecuali Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Keuangan mengumpulkan seluruh Kepala Daerah buat memberi solusi atas perkara ini.

Cara terakhir ya ditengelamkan menjadi rumpon. Bisa jadi nir terdapat pemasukan buat kas negara menurut kapal sitaan tadi. Tetapi upaya ini juga memutus mata rantai mafia perikanan yg begitu akut. Jadi seruan menenggelamkan kapal sesungguhnya juga menjadi pesan Jokowi kepada para mafia perikanan. Seruan ini sesungguhnya bukan ilham baru. Pasal 69 ayat (4) UU Perikanan lahir atas hasrat Menteri Freddy Numberidan hasrat DPR ketika itu. Agar adanya efek jera, kapal ditenggelamkan saja. Kedua, UU perikanan Australia sudah usang memakai cara ini buat mengatasi pencurian ikan dalam negaranya. Jadi waktu Presiden Jokowi melontarkan seruan buat menenggelamkan kapal lantas ditanggapi negatif, sesungguhnya karena dasar pengetahuan yg nir memadai. Atau karena Presiden Jokowi dan Menteri Susi yg melontarkannya. Ketika Menteri Freddy Numberi atau Fadel Muhammad yg pernah melontarkannya, tanggapan nir bergitu reaktif. Bahkan dalam tahun 2003 dan 2004, kapal ikan berbendera Filipina dan Thailand sudah pernah ditenggelamkan sang TNI AL.

Saya kira soal menenggelamkan kapal asing pencuri ikan, bukan semata perkara remeh temeh. Ini menyangkut soal perilaku, cara pandang dan prinsip menjadi anak bangsa. Tidak terdapat yg bisa ditawar bila sudah menyangkut soal kejahatan dan kedaulatan. Berbeda menggunakan konkurensi perbatasan yg bukan masuk dalam katagori kejahatan dan batas kedaulatan abu-abu. Tapi pencurian ikan sang perusahaan asing, menjadi wujud baru menurut okupasi VOC yg hendak merampas output bumi Nusantara. Sejarah juga mencatat, kuatnya penguasaan penjajahan dalam bumi Nusantara juga ditimbulkan sang keberpihakan anak bangsa kepada para VOC. Andai saja Sultan Haji nir bersekutu menggunakan VOC, Banten nir akan jatuh. Andai saja Aru Palaka tidak membela VOC, Makasar nir akan takluk. Dan andai tutur Amungkurat I nir berbelas kasih dalam VOC, bumi Mataram dan Utara Jawa nir akan dikuasai VOC. Tak terdapat beda: VOC mengeruk output (bumi) daratan buat kemakmuran bangsanya, kapal-kapal asing penangkap ikan itu mengeruk output (bumi) perairan Indonesia.

Salam Kompasiana.

Rugikan negara Rp 6 miliar, mantan Bupati Nias ditahan

Mantan Bupati Nias, Binahati B Baeha ditahan Kejari Gunung Sitoli, Selasa (10/10). Dia dikirim ke penjara selesainya penyidik kepolisian menyerahkannya menjadi tersangka persoalan dugaan korupsi penyertaan kapital Pemerintah Kabupaten Nias kepada PT Riau Airlines kepada 2007.

BERITA TERKAIT
Tak kebal aturan, presiden-presiden ini jua ditangkap karena korupsi
Membubarkan partai politik penerima uang korupsi
Polisi Israel interogasi Benjamin Netanyahu terkait korupsi telekomunikasi

"Kita melakukan penahanan selesainya tersebut siang pihak Polres melimpahkan berkas & tersangka," istilah Kasi Pidsus Kejari Gunung Sitoli, Yus Iman Harefa, Selasa (10/10).

Sebelum ditahan, Binahati sempat menjalani investigasi administrasi & kesehatan kepada ruang penyidik Kejari Gunung Sitoli. Selanjutnya, beliau dititipkan kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Hilina'a.

Kasus dugaan korupsi ini terjadi waktu Pemkab Nias menggelontorkan Rp 6 miliar buat penyertaan kapital Pemkab Nias kepada PT Riau Airlines kepada 2017. Namun langkah l itu disebutkan buat menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu ternyata nir memiliki dasar aturan, menjadi akibatnya menyalahi anggaran.

"Mestinya dibuatkan dulu Peraturan Daerah (Perda) baru dijalin interaksi kerjasama," terperinci Yus.

Dugaan defleksi itu pun diselidiki & disidik Polres Nias. Binahati ditetapkan menjadi tersangka. Dia dijerat beserta Pasal dua jo Pasal 3 jo Pasal 14 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selasa (10/10), Polres Nias menyerahkan Binahati & barang bukti Kejari Gunung Sitoli. Dia pun ditahan. [fik]

Resep Sate Lilit Ikan Tenggiri

Sate lilit adalah variasi sate yg berasal berdasarkan Bali, bahan dasar sate lilit ini timbul poly sekali macam (bisa sapi, ayam atau ikan). Dalam artikel ini akan aku berikan resep memproduksi sate lilit beserta dengan ikan (tenggiri). Rasa yg didapatkan sang sate lilit ini sangat istimewa, yaitu legit & yummy. Enda yg ingin mencoba atau bertanya-tanya beserta sate lilit ini nir perlu jauh-jauh ke Bali, alasannya anda bisa membuatnya sendiri dirumah. Bagaimana cara mengolahnya? Berikut adalah resep memproduksi sate lilit ikan tenggiri istimewa Bali:

Bahan:

300 gram daging ikan tenggiri
15 gram bawang putih
30 gram bawang merah
20 gram kemiri
10 gram kunyit
1 gram ketumbar serbuk
dua lbr daun jeruk
13 btg serai
1 buah telur ayam
10 gram garam
1 gram merica serbuk

Cara Membuat:

Daging ikan tenggiri digiling terlebih dahulu sampai sungguh halus
Bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, garam, ketumbar, daun jeruk & serai 1 btg diblender halus. Perhatikan taraf kehalusanya, agar memproduksi rasa yg mantap.
Campur daging ikan yg sudah digiling beserta bahan yg diblender tersebut, aduk homogen sampai homogen.
Tempelken gabungan daging & bumbu kedalam btg serai.
Bakar sampai matang da harum. Enda bisa menambahkan bumbu lain didasarkan  kesukaan.
Hidangkan beserta nasi putih.

Sate lilit adalah makanan istimewa bali, tepatnya kepada daerah Klungkung. Selain berbahan ikan tenggiri, sate lilit jua bisa dengan daging ayam & sapi.

Itulah resep memproduksi sate lilit ikan tenggiri istimewa Bali, semoga berguna bagi anda seluruh, selamat mencoba!!!

Petugas sita ikan teri berformalin dalam Hypermart Cibubur

Dinas Kelautan & Pertanian Provinsi DKI Jakarta melakukan razia kepada makanan yg mengandung formalin. Petugas menyidik daging sapi, kambing, ayam pangkas & ikan kepada lima loka kepada Jakarta.

BERITA TERKAIT
Kasus kedaluwarsa, polisi razia pasar pasar swalayan yg disalurkan PT PRS
17 Ribu produk makanan & minuman anak kedaluwarsa hampir tersebar kepada pasar pasar swalayan
Sarden berisi cacing ditemukan masyarakat kepada Inhil & Kepulauan Meranti

"Ini supervisi adonan antara peternakan & perikanan yg pertama kali kepada DKI selama Ramadan. Hasilnya, hanya ikan teri basah yg positif mengandung formalin," istilah Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian Sudin Peternakan & Perikanan Jakarta Timur, Sabdo Kurnianto, Kamis (dua/8).

Sabdo menyebutkan, razia makanan ini dipusatkan kepada Hypermart Cibubur Junction & Lotte Mart Pasarrebo, Jakarta Timur. Seluruh daging yg diambil sampelnya tertentu diperiksa dengan laboratorium Formalindehid Test milik Kesmavet Dinas Kelautan & Perikanan. Dan, teri berformalin itu ditemukan kepada Hypermart Cibubur Junction.

"Teri ini tertentu kami musnahkan & kami akan terus melakukan pelatihan terhadap suplayer agar nir menjual makanan yg mengandung formalin. Kami sebenarnya sudah mengawasi semenjak kepada pelelangan ikan, diduga formalin ini dicampur kepada tengah bepergian," jelasnya.

Manager Hypermart Cibubur Junction, Pratomo Bernianto, mengaku terkejut adanya razia ini. Namun dia mengaku bersyukur alasannya adalah jadi memahami adanya ikan teri yg mengandung formalin. Ikan teri ini akan dimusnahkan & nir diperjualbelikan lagi.

"Ikan teri ini sumber suplayer aneka bahari, sudah rutin mengirim semenjak empat tahun kemudian. Kami nir memahami bila timbul suplayer nakal alasannya adalah kan nir memiliki indera uji. Kalau memahami timbul formalin niscaya kami tolak itu teri. Kami akan tegur suplayer itu agar tidak mengirim ikan berformalin lagi," ucapnya.

Pengawasan daging berformalin ini mengacu kepada Perda Nomor 8 Tahun 1989 wacana supervisi mutilasi ternak, perdagangan ternak & daging kepada DKI. Kemudian Perda Nomor lima Tahun 1992 wacana penampungan & mutilasi unggas dan Permen Kelautan & Perikanan Nomor 15 Tahun 2010 wacana pengendalian sistem agunan mutu & keamanan implikasi perikanan & UU Nomor 31 Tahun 2004 wacana perikanan. [has]

Petani Budidaya Ikan Terancam Bangkrut

PONTIANAK, SENIN- Kenaikan harga pakan ikan yg berkisar 50 % memukul lebih berasal 1.000 petani budidaya ikan dalam Kalimantan Barat. Bika pemerintah nir segera merogoh kebijakan jangka pendek yg bisa menurunkan harga pakan, maka petani budidaya ikan tadi terancam bangkrut.

Kenaikan harga pakan ikan sangat memberatkan petani budidaya ikan alasannya harga jual ikan nir naik secara signifikan. Pemerintah sentra perlu menyampaikan subsidi pembelian pakan ikan buat menyelamatkan lebih berasal 1.000 petani budidaya ikan dalam Kalbar yg terancam bangkrut, istilah Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Kalimantan Barat Budi Haryanto, Senin (28/1).

Harga pakan ikan dalam Kalbar saat ini naik berasal Rp 8.000 tiap kg menjadi Rp 12.000. Dikatakan Budi, kenaikan tadi ditentukan kenaikan harga tepung ikan & kedelai yg artinya bahan baku pakan ikan & sampai hari ini masih didatangkan berasal luar negeri.

Peternak ayam jua

Kenaikan harga jua dialami pakan ternak unggas. Besarnya bahkan mencapai 100 %. Hal ini sangat memberatkan 200-an peternak ayam skala mini dalam Kalbar yg sekarang jua terancam bangkrut.

Kepala Dinas Peternakan & Kehewanan Kalbar Abdul Manaf membicarakan, harga pakan ayam dalam Kalbar naik berasal Rp dua.000 tiap kg menjadi Rp 4.000 tiap kg. Kenaikan ini ditimbulkan naiknya harga bahan baku pakan yg terdiri atas kedelai, jagung, tepung ikan, & tepung tulang punggung (meat and bone meal-MBM).

Persiapan Awal Budidaya Ikan Lele

Sebelumnya aku sudah membahas mengenai ta’aruf bareng budidaya ikan lele, selanjutnya aku akan membahas mengenai persiapan apa saja yg dibutuhkan bila agan sudah menetapkan hati beranjak kepada perjuangan budidaya ikan lele. Enaknya budidaya ikan lele adalah jenis ikan ini nir ribet dalam mengarah media perkembangbiakannya. Ikan ini bisa hayati kepada aneka macam kawasan & dalam kondosi yg bermacam-macam. Budidaya lele nir memerlukan persyaratan baik tanah maupunair yg khusus.

Mempersiapkan Kolam Pembesaran Budidaya Ikan Lele

Kolam pembesaran buat budidaya ikan lele bisa berupa kolam tanah, bak tembok, kolam terpal, juga bak plastik. Lahan yg dibutuhkan jua nir wajib luas. Agan bisa memanfaatkan pekarangan tempat tinggal buat memulai budidaya ikan lele ini. Bahkan muncul yg memelihara lele kepada septictank tempat tinggal (nir aku rekomendasikan). Tidak muncul bentuk atau berukuran luas yg niscaya buat budidaya ini. Semuanya tergantung menurut faktor umur lele & kedalaman kolam. Yang terang, makin akbar berukuran ikan lele yg akan dipelihara semakin luas kolam yg dibutuhkan. Tentu saja semakin dalam kolam yg disiapkan, tentunya semakin poly jumlah ikan lele yg bisa dipelihara.

Persiapan kolam yg perlu dilakukan sebelum mulai pembesaran budidaya ikan lele muncul beberapa tahapan. Untuk kolam tanah, dua-tiga hari sebelum digunakan usahakan dikeringkan dahulu  kepada bawah terik surya. Hal tadi dimaksudkan buat membunuh hama & penyakit yg muncul kepada kolan tadi. Jila perlu taburkan jua kapur pertanian (kapur dolomit) bareng tujuan meningkatkan pH & membunuh penyakit.  Dosis kapur yg disarankan adalah 25 50 gram/meter persegi.

Tahap selanjutnya adalah menumbuhkan pakan alami berupa plankton kepada kolam tanah. Pupuk bokashi bisa sekaligus ditaburkan bareng takaran yg disarankan sebanyak 400-500 gram/m2. Bisa jua memakai SOC HCS bareng takaran 1 tutup botol buat tiap dua meter persegi kolam. Selain itu bisa jua memanfaatkan pakan/pelet implikasi fermentasi yg dimasukkan ke dalam karung & digantung terendam air kepada setiap sudut kolam budidaya ikan lele.

Kondisi Air dalam Budidaya Ikan Lele

Sumber air usahakan memakai air alami misalnya air sumur, air sungai, juga menurut asal mata air. Air hujan memang bisa saja digunakan akan namun perlu diperhatikan keasaman yg masih muncul kepada air hujan tadi. Hal tadi jua sama bareng air PDAM alasannya sudah mengandung kaporit. Tapi misalnya yg aku jelaskan kepada awal tadi, budidaya ikan lele nir memerlukan kondisi yg ribet jadi kondisi air misalnya apapun permanen bisa buat membesarkan ikan lele.

Pemilihan Benih dalam Budidaya Ikan Lele

Benih ikan lele bisa dihasilkan menurut peternak lele yg penekanan ke pembiakan ikan lele. Perhatikan dalam pemilihan benih ikan lele. Benih yg baik adalah dalam kondisi sehat, nir stigma, & berukuran sama akbar juga panjangnya. Penebaran benih usahakan dilakukan kepada ketika suhu rendah. Suhu tadi bisa diperkirakan kepada pagi atau sore hari menjelang malam. Jila benih berasal menurut kawasan yg jauh menurut kolam pemeliharaan,segera mungkin lakukan penyesuaian atau aklimatisasi agar ikan lele nir stress. Caranya adalah bareng membiarkan kantong plastik atau wadah kawasan benih atau bibit terapung dulu kepada bagian atas kolam selama 10-15 menit. Selanjutnya kantong plastik dibuka, & ditambah air kolam sedikit-sedikit. Perkirakan kondisi air sama bareng air kolam. Selanjutnya abaikan bibit ikan lele keluar bareng sendirinya & masuk ke dalam kolam.

Selanjutnya akan dibahas mengenai Pengelolaan Budidaya Ikan Lele yg akan aku bahas kepada artikel berikutnya.

Pengamat Ekspor Ikan RI Terendah kepada lima Tahun Terakhir

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kelautan & Perikanan RI Susi Pudjiastuti selama ini dievaluasi terlalu serius kepada kebijakan yg populis, misalnya penenggelaman kapal pencuri ikan. Menteri Susi pun diminta lebih penekanan kepada kebijakan-kebijakan yg substansif, menjadi akibatnya sanggup mendorong nomor ekspor produk kelautan & perikanan yg terus menurun dalam lima tahun terakhir. 

"Jadi, Bu Susi itu selama ini lebih poly merogoh kebijakan yg memiliki aspek populis, ad interim pengusaha ini jua butuh diayomi," istilah Direktur The National Maritime Institute (NAMARIN) Siswanto Rusdi kepada Liputan6.com, Jumat (12/1/2018).

Menurut Siswanto, sudah seharusnya Menteri Susi memperhatikan kalangan pengusaha & investor. Dengan latar belakang pengusaha, seharusnya Susi memahami apa yg diharapkan pengusaha selama ini. Hal itu jua wajib berimbang bareng kebijakan populis yg sudah dilaksanakan Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP).

Dengan seimbangnya keberpihakan Susi antara nelayan & pengusaha, dari Siswanto, nantinya sanggup menaikkan industri perikanan Indonesia lebih cepat. Saat ini saja, ekspor perikanan terus turun, bahkan mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan & Perikanan, volume ekspor memang terus turun. Pada 2012 volume ekspor produk perikanan & kelautan berada dalam nomor 1.240.008 ton, terus menurun dalam tahun-tahun berikutnya. Sementara dalam 2016 nilai ekspor ekspor produk perikanan & kelautan dalam nomor 1.075.195 ton.

Sedangkan dalam 2017 buat periode Januari hingga November, nomor ekspor produk perikanan Indonesia dalam nomor 979.910 ton.

"Kadin menyatakan jika mendukung buat nir lagi tenggelamkan kapal. Ini berarti muncul konflik antara mereka," ujar beliau.

Kamar Dagang & Industri (Kadin) Indonesia mendukung upaya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan buat menghentikan kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan.

Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H Andi Rukman Karumpa menyebutkan, ketika ini Kementerian Kelautan & Perikanan lebih baik penekanan mengatasi ancaman deindustrilisasi perikanan & menaikkan nilai tambah perekonomian.

"Era marketing kebijakan dalam kementerian usahakan diakhiri saja. Sudah 3 tahun, ikan melimpah ruah dalam bahari. Dunia sudah memahami kita tegas. Mau diapakan jika nir muncul industrilisasi & pelibatan preman," ujar beliau dalam Jakarta.

Andi menyebutkan, ketika ini wilayah timur Indonesia paling terpukul. Malahan, terjadi kemunduran industri perikanan dalam 3 tahun terakhir yg akan terjadi poly sekali kebijakan yg nir menyampaikan solusi kepada pelaku urusan ekonomi.

"Andalan perekonomian KTI itu muncul dalam bahari. Tapi ini yg terpukul & susah bangkit. Banyak kapal nelayan kini jadi bangkai & besi tua," ujar beliau.

Oleh lantaran itu, Kadin meminta agar Menteri Kelautan & Perikanan Susi Pudjiastuti segera penekanan menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) No 7/2016 perihal Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional. (Yas)

Saksikan Video Pilihan dalam Bawah Ini:

Pendingin Ikan Bertenaga Surya kepada Kampung Nelayan Indonesia, yg (Hampir) Terlupakan

Dengan bergeliat & gencarnya pemberitaan Kementerian Perikanan kepada bawah Ibu Susi, pembaca online jadi mengikuti lebih dalam bidang perikanan kepada negara maritim kita, Indonesia. Dan problem yg kini sedang marak jadi bahan pembicaraan adalah menangkapi kapal asing liar yg memancing kepada perairan Indonesia. Sayangnya, muncul hal krusial lain yg luput diangkat sang media adalah kerugian nelayan kita karena nir adanya fasilitas pendingin ikan yg memadai.

Nah… berapa kerugian nelayan karena nir adanya fasilitas pendingin ini? 15-30%. Tinggi ya! Jadi sanggup dibayangkan, nelayan Indonesia itu selain wajib berpacu beserta kapal asing yg mungkin lebih sophisticated juga ternyata jika ikan sudah tertangkap pun wajib merugi karena 15-30% imbas tangkapannya nir segar, amis atau membusuk & tidak layak jual karena nir adanya fasilitas pendingin ikan ini. Untuk itu, hampir seluruh ikan yg muncul dikeringkan & jadi ikan asin, karena memang itulah jalan satu-satunya nelayan buat mengawetkan ikan saat ini. Padahal nir seluruh pendaftar ikan ingin ikan asin.

Jila melihat penjualan ikan kini ini kepada Jerman, ikan dari Vietnam nir hanya memenuhi lemari pendingin kepada toko-toko Asia akan akan tetapi juga kepada pasar pasar swalayan-pasar pasar swalayan akbar Jerman. Terutama impor ikan pangasius atau ikan patin dari Vietnam walaupun bermasalah akan akan tetapi permanen saja mendominasi impor ikan patin kepada Jerman. Jerman tahun 2010 mengimpor ikan patin sebesar 50.000 ton. Nah… dari aku beserta diragukannya kualitas ikan dari Vietnam ini, harusnya menjadi peluang ekspor ikan bahari Indonesia masuk Jerman, ya kan.

Kerugian 15-30% itu, keterangan yg aku baca dari sebuah kitab, yg belum usang ini aku pinjam kepada perpustakaan kepada Jerman. Buku berisi karya ilmiah yg dimuntahkan tahun 1997, yg mana galat satunya berisi penelitian orang Jerman perihal kenapa pendingin kuat matahari kepada Indonesia nir berhasil. Padahal proyek pilot penelitian ini pernah muncul tahun 1986 dilakukan antara BMFT & BPPT dalam proyek Sonnendorf Indonesien. Tapi selesainya penelitian terselesaikan, perangkat lunak terhenti & nir meluas kepada bidang ini tanpa untung yg berarti buat para nelayan.

Sungguh disayangkan bahwa perangkat lunak pendingin ikan kuat matahari ini nir meluas, padahal matahari kepada Indonesia kan melimpah, nir perlu sambungan listrik apalagi kalau kampung nelayannya terpencil. Lalu saat aku browsing kepada Internet ternyata sebuah proyek rata sedang berjalansejak tahun  2013 sampai tahun 2014, akan akan tetapi kali ini beserta Swiss, buat memproduksi cold storage atau pendingin ikan kuat matahari kepada kampung nelayan Indonesia. O syukurlah, semoga nir hanya terhenti kepada situ saja & kali ini menyampaikan manfaat yg positif buat para nelayan. Menurut tautan ini, muncul 800 kampung nelayan mini kepada Indonesia, yg hampir semuanya tanpa fasilitas pendinginan ikan.

Sebetulnya teknologi pendinginan itu kini sudah sangat bermacam-macam. Entah itu, teknologi hardwarenya ataupun pilihan jenis refrigerannya, demikian juga asal energinya sanggup berbasis tenaga matahari, bio massa, tenaga angin dll. Jila 800 kampung nelayan ini sanggup difasilitasi pendingin, tentu produksi ikan Indonesia sanggup maju pesat. Teknologi tinggal mengarah & menerapkan, sebetulnya tunggu apa lagi? (ACJP)

Pedagang Ikan Hias dalam Jatinegara Masih Belum Direlokasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan Pasar Jatinegara kepada Jakarta Timur tidak sporadis menjadi sasaran operasi penertiban trotoar. Sampai dikala ini, lokasi tadi memang masih nisbi semrawut & nir tertata rapi.

Para pedagang kaki 5 yg menjajakan ragam komoditas bareng seenaknya mengakuisisi trotoar bahkan hingga badan jalan. Mulai dari yg berjualan mainan, batu akik, kelontongan, barang loak, ikan hias, hingga satwa misalnya kera & burung hantu.

Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar mengungkapkan sebagian pedagang kaki 5 ( PKL) kepada Jatinegara memang akan direlokasi.

"Rencana relokasi buat PKL sudah semenjak usang dibicarakan, namun dikala ini memang belum kelihatan (realisasi). Untuk PKL agenda yg jadi prioritas itu pedagang ikan hias," istilah  Nasrudin kepada kantornya, Senin (29/1/2018).

Baca jua : Bulan Tertib Trotoar, PKL Jatinegara Ditertibkan

Para pedagang ikan hias akan dipindahkan ke wilayah Raden Inten. Di sana sudah muncul pusat ikan hias.

Menurut Nasrudin, agenda pemindahan PKL ikan hias sudah dibicarakan bareng Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, & Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.

"KPKP sudah memprogramkan, akan namun memang wajib menyusun lagi baik anggaranya & lain-lain. Kalau dari pedagang sudah ok, sudah terima, kami dari kecamatan jua menunggu," istilah Nasrudin.

Para pedagang, istilah dia, sudah mendesak & berniat membentuk huma sendiri kepada Raden Inten.

"Mereka mau swadaya, akan namun kami kan nir sanggup. Itu kan tanah Pemda, takutnya jikalau kepada keesokan hari muncul apa-apa kasian mereka yg sudah bangun gunakan dana sendiri," ungkapnya.

Salah satu pedagang ikan hias kepada Jatinegara Barat, Ridwan, membicarakan sudah berjualan kepada Jatinegara semenjak 2008. Ia menempati trotoar karena nir muncul lapak lagi.

"Sudah penuh, jadi mau ngga mau kan ngemper kepada sini. Memang sedikit bikin becek karena jualannya ikan hias & alat-alat aquarium," istilah Ridwan.

Untuk agenda relokasi, Ridwa hingga dikala ini belum muncul lanjutannya. Para pedagang lain terpaksa menjajakan daganganya kepada trotoar karena nir muncul tempat.

"Jumlah dagangannya semakin poly & variatif, jadi mau ngga mau kadang kami letakan hingga trotoar karena nir muncul tempat lain. Kalau dipindah sebenarnya kami nir kasus asalkan lokasinya strategis, itu aja" istilah Yuni pedangang ikan hias lainnya.

Pasar Ikan Parung, Surga Pehobi Ikan Hias

Liputan6.com, Bogor: Tawar-menawar antara pembeli & penjual setiap hari mewarnai Pasar Ikan Parung. Pasar seluas sekitar 800 meter persegi kepada wilayah Parung, Bogor, Jawa Barat, memang dianggap sentra perdagangan ikan hias. Beragam ikan ditawarkan misalnya koki, arwana, blackghost, & poly lagi. Pehobi ikan hias kepada sekitar Jakarta pun kerap berburu kepada pasar ini.

Walau dianggap pasar ikan hias, loka ini juga menjual jenis-jenis ikan konsumsi misalnya lele, mujair, gabus, hingga lobster. Sebagian ikan-ikan tadi ditempatkan kepada kolam sintesis berbentuk kotak-kotak mini atau kantong-kantong plastik. Pembeli tinggal mengarah ikan yg dicarinya.

Soal harga, berlaku tawar-menawar misalnya pasar tradisional kepada umumnya. Jadi pintar-pandailah menawar agar tidak membeli beserta harga mahal. Sekadar pedoman, para pedagang umumnya menunjukkan harga 25 hingga 50 % kepada atas kapital. Sekantong ikan red pinsa isi 10 ekor contohnya dijual Rp 15.000 sedang sekantong ikan lemonsie isi 25 ditawarkan beserta harga Rp 25 ribu. Transaksi berlangsung nisbi cepat. Sekali memutuskan nir membeli, beberapa menit kemudian ikan sudah berpindah tangan ke pendaftar lain.

Pembeli juga sanggup menemukan tanaman air buat pemanis akuarium & anakan kura-kura Brasil juga penyu kepada pasar ini. Jila berminat mencari ikan hias beserta harga miring, Pasar Ikan Parung jawabannya. Namun perlu diketahui pasar ini hanya buka tiap Senin, Rabu, & Jumat mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Gunakan juga sepatu boot alasannya pasar ikan ini becek.

Selain ikan, akuarium juga pantas menjadi perhatian. Belakangan timbul animo baru buat mengisi akuarium yaitu aquascape. Teknik ini mengisi akuarium beserta poly sekali jenis tanaman air seolah memindahkan hutan tropis lewat media akuarium. Berbagai jenis pohon sanggup diselaraskan beserta akuarium yg diubahsuaikan beserta jenis hasrat & kemampuan keuangan.

Bagi para pemula mungkin sanggup mengarah pohon-pohon yg nisbi hijau & rimbun akan tetapi gak perlu mahal. Asal selalu memperhatikan suhu air antara 25-27 derajat Celsius & jenis ikan & wajib memiliki media pasir selica menjadi akibatnya wilayah sumber pohon tidak simpel rusak. Pepohonan itu memerlukan karbondioksida menurut indera spesifik, cahaya ultra violet lewat lampu, & pupuk cair. Harga tanaman hias kepada pasaran berkisar antara Rp lima.000 hingga Rp 2 juta. Namun andai saja mengetahui jenisnya nisbi mencari kepada daratan bahkan ke pegunungan.

Model akuarium pepohonan ini sudah hampir sepuluh tahun ditemukan peneliti Belanda ketika berkunjung kepada hutan tropis. Di Indonesia sendiri baru terkenal beberapa tahun belakangan ini alasannya porto pemeliharaan yg mahal. Untuk akuarium berukuran akbar wajib mengambil kocek sedikitnya 10 jutaan & tanamannya sendiri dijual Rp lima juta per meter.

Aksesoris perlengkapan akuarium menjadi sesuatu yg tidak terpisahkan menurut akuarium. Aksesoris akan menambah estetika akuarium. Bentuk aksesoris ini memang bermacam-macam didasarkan  beserta kesukaan pecinta ikas hias misalnya kulit kerang, batu-batuan, pasir, hingga tumbuh-flora baik yg orisinal juga yg plastik. Bisa juga dihias beserta relief.

Berbagai aksesoris akuarium sebenarnya tidak hanya berfungsi buat hiasan. Pernak-pernik akuarium misalnya batu karang contohnya sanggup menjadi loka ikan berlindung. Apalagi kepada akuarium yg luas & terdiri menurut beberapa jenis ikan. Tentu saja poly sekali hiasan ini wajib diubahsuaikan beserta jenis ikan yg dipelihara. Selain itu perawatan wajib rutin dilakukan agar estetika permanen terjaga.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)